SuaraGenerasikita.com//GORONTALO,  Penerimaan pajak kendaraan bermotor di Provinsi Gorontalo menunjukkan tren positif hingga akhir Agustus 2026. Di tengah upaya pemerintah daerah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) menjadi salah satu sumber penerimaan yang terus digenjot.

 

Berdasarkan data realisasi Samsat per 31 Agustus 2026, penerimaan PKB telah mencapai Rp66,89 miliar, atau 68,03 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp98,33 miliar.

Sementara itu, capaian BBNKB justru telah melampaui target tahunan. Realisasinya mencapai Rp81,55 miliar, atau 104,79 persen dari target sebesar Rp77,82 miliar.

Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi kinerja pendapatan daerah, khususnya menjelang memasuki empat bulan terakhir tahun anggaran 2026.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim, mengatakan capaian tersebut harus dipertahankan sekaligus ditingkatkan.

“Alhamdulillah, sampai dengan 31 Agustus 2026 realisasi PKB sudah mencapai sekitar 68 persen. Untuk BBNKB bahkan telah melampaui target tahunan. Capaian ini tentu harus terus kita jaga dan tingkatkan melalui optimalisasi pelayanan serta peningkatan kepatuhan masyarakat,” ujar Danial, ditemui Media PN di Kantornya,(Selasa,1/9/2026)

 

Pohuwato Tertinggi

Jika dilihat dari persentase capaian PKB berdasarkan wilayah, Kabupaten Pohuwato berada di posisi teratas dengan capaian 70,71 persen.

Selanjutnya Bone Bolango 69,58 persen, Gorontalo Utara 68,97 persen, Boalemo 68,86 persen, Kabupaten Gorontalo 67,76 persen, dan Kota Gorontalo 66,26 persen.

Dari sisi nominal penerimaan PKB selama Agustus 2026, Kota Gorontalo menjadi penyumbang terbesar dengan Rp3,396 miliar.

Disusul Kabupaten Gorontalo Rp3,038 miliar, Pohuwato Rp1,392 miliar, Bone Bolango Rp1,277 miliar, Boalemo Rp828,97 juta, dan Gorontalo Utara Rp744,61 juta.

Masih Ada Rp31,44 Miliar yang Harus Dikejar.

 

Meski capaian PKB sudah mencapai 68 persen, pekerjaan Bapenda belum selesai. Masih terdapat sekitar Rp31,44 miliar target PKB yang harus dikejar hingga akhir Desember 2026.

Karena itu, Bapenda akan memaksimalkan kinerja seluruh UPTD Samsat melalui berbagai strategi, termasuk intensifikasi penerimaan, pelayanan jemput bola, optimalisasi basis data kendaraan, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Masih terdapat sekitar Rp31,44 miliar target PKB yang harus kita optimalkan sampai akhir Desember. Karena itu seluruh UPTD Samsat akan terus didorong melakukan intensifikasi, pelayanan jemput bola, optimalisasi basis data kendaraan, serta menghadirkan pelayanan yang semakin mudah dan cepat bagi masyarakat,” jelas Danial.

 

Menurutnya, keberhasilan meningkatkan penerimaan pajak tidak hanya diukur dari tercapainya target angka, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

Bapenda, kata Danial, ingin membangun pemahaman bahwa pajak kendaraan yang dibayarkan masyarakat pada akhirnya kembali menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik di daerah.

 

“Yang ingin terus kita bangun adalah kesadaran bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat merupakan salah satu sumber penting dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik di Gorontalo. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk terus menjadi wajib pajak yang patuh,” pungkasnya.

 

Dengan capaian BBNKB yang sudah menembus lebih dari 100 persen target, perhatian kini tertuju pada PKB. Empat bulan terakhir 2026 akan menjadi momentum penting bagi Bapenda dan seluruh jaringan Samsat untuk membuktikan apakah target Rp98,33 miliar PKB dapat ditutup dengan capaian maksimal.

-arifz”AZ” MPNbiroGorontalo-