Oleh: Akram Polumulo, S.E., C.ILJ
Kemerdekaan sering kali kita maknai sebagai sebuah kebebasan. Bebas dari penjajahan, bebas menentukan arah kehidupan, bebas menyampaikan pendapat, serta bebas membangun masa depan.
Namun, setelah 81 tahun Indonesia merdeka, muncul sebuah pertanyaan sederhana tetapi mendalam: apakah merdeka hanya berarti bebas, atau juga tentang kemampuan untuk bertahan?
Bagi sebagian orang, kemerdekaan mungkin dirayakan dengan upacara, pengibaran bendera, perlombaan, dan berbagai kegiatan seremonial. Tetapi bagi masyarakat yang setiap hari bergulat dengan kebutuhan hidup, makna kemerdekaan bisa jauh lebih sederhana: bagaimana hari ini bisa bertahan, makan, bekerja, membayar kebutuhan keluarga, dan tetap memiliki harapan untuk hari esok.
Di situlah makna lain dari kemerdekaan menemukan tempatnya.
Bertahan dalam Ekonomi yang Tidak Pasti
Kemerdekaan terasa berbeda bagi mereka yang setiap hari harus menghitung penghasilan dan pengeluaran.
Harga kebutuhan pokok meningkat, biaya pendidikan semakin besar, kebutuhan kesehatan tidak bisa ditunda, sementara pendapatan belum tentu bertambah.
Ada pedagang kecil yang tetap membuka lapaknya meski pembeli tidak seramai sebelumnya.
Ada buruh yang tetap bekerja meski upah yang diterima harus dibagi untuk memenuhi begitu banyak kebutuhan.
Ada petani yang menanam dengan harapan, tetapi harus berhadapan dengan harga komoditas, cuaca, pupuk, dan pasar yang tidak selalu berpihak.
Ada nelayan yang pergi melaut tanpa kepastian berapa hasil yang akan dibawa pulang.
Dan ada keluarga-keluarga yang mungkin tidak banyak bicara, tetapi setiap malam sibuk menghitung bagaimana uang yang tersisa bisa cukup sampai akhir bulan.
Mereka juga sedang memperjuangkan kemerdekaan.
Kemerdekaan dalam bentuk yang paling nyata: mempertahankan kehidupan.
Bertahan di Tengah Persaingan
Dunia berubah begitu cepat.
Teknologi berkembang, lapangan pekerjaan berubah, persaingan semakin terbuka, dan kemampuan seseorang harus terus diperbarui.
Hari ini kita dituntut untuk mampu beradaptasi. Yang tidak mau belajar berisiko tertinggal. Yang tidak mampu beradaptasi bisa kehilangan kesempatan.
Karena itu, kemerdekaan juga berarti memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, memperoleh pekerjaan yang layak, dan mendapatkan ruang yang adil untuk memperbaiki kehidupan.
Tidak semua orang memulai dari garis yang sama.
Ada yang lahir dengan fasilitas lengkap. Ada pula yang sejak kecil sudah belajar tentang bagaimana rasanya berjuang.
Maka, negara yang merdeka seharusnya bukan hanya mampu menjaga kedaulatan wilayahnya, tetapi juga mampu memastikan bahwa rakyatnya memiliki kesempatan yang adil untuk bertahan dan berkembang.
Bertahan Menjaga Keluarga
Ada bentuk perjuangan yang jarang terlihat.
Seorang ayah yang menyembunyikan lelahnya agar anak-anaknya tidak khawatir.
Seorang ibu yang mengatur uang belanja dengan sangat hati-hati agar semua kebutuhan rumah tetap terpenuhi.
Anak muda yang rela menunda keinginan pribadi demi membantu keluarganya.
Mereka mungkin tidak pernah berdiri di podium untuk menerima penghargaan.
Tidak ada medali.
Tidak ada tepuk tangan.
Namun, setiap hari mereka memenangkan pertempuran kecil bernama kehidupan.
Bukankah itu juga bentuk kemerdekaan?
Bertahan Mempertahankan Kejujuran
Di tengah kehidupan yang penuh kepentingan, mempertahankan kejujuran juga merupakan bentuk perjuangan.
Ketika kesempatan untuk mengambil jalan pintas terbuka, tetapi seseorang memilih tetap berada di jalan yang benar, di situlah kemerdekaan moral diuji.
Ketika seseorang memiliki kesempatan untuk mengorbankan prinsip demi keuntungan pribadi, tetapi memilih berkata tidak, sesungguhnya ia sedang mempertahankan sesuatu yang jauh lebih mahal daripada materi: harga diri.
Sebab bangsa yang merdeka tidak cukup hanya memiliki gedung-gedung megah dan pembangunan fisik.
Bangsa yang merdeka juga membutuhkan manusia yang memiliki keberanian untuk berkata benar ketika kebohongan lebih menguntungkan.
Bertahan Menjaga Persatuan
Kemerdekaan juga diuji oleh cara kita memperlakukan perbedaan.
Perbedaan pilihan politik, pendapat, latar belakang, kepentingan, maupun cara pandang seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling membenci.
Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan kehilangan persaudaraan.
Kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan kehilangan kemanusiaan.
Sebab ketika perbedaan berubah menjadi permusuhan, maka yang terancam bukan hanya hubungan antarmanusia, tetapi juga persatuan sebagai bangsa.
Merdeka berarti memiliki kebebasan untuk berbeda tanpa kehilangan rasa hormat kepada sesama.
Bertahan Menjaga Harapan
Pada akhirnya, ada satu bentuk kemerdekaan yang paling sulit: mempertahankan harapan.
Sebab hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana.
Ada usaha yang gagal.
Ada pekerjaan yang hilang.
Ada cita-cita yang tertunda.
Ada orang yang pergi.
Ada perjuangan yang belum membuahkan hasil.
Namun selama seseorang masih memilih untuk bangkit, maka perjuangan itu belum selesai.
Kemerdekaan bukan berarti hidup tanpa masalah.
Kemerdekaan adalah kemampuan untuk menghadapi masalah tanpa kehilangan keyakinan bahwa kehidupan masih layak diperjuangkan.
Merdeka Bukan Berarti Tidak Pernah Jatuh
Kita sering mengira orang yang merdeka adalah orang yang hidupnya bebas dari kesulitan.
Padahal mungkin tidak demikian.
Orang merdeka bisa saja menangis.
Bisa saja gagal.
Bisa saja kehilangan pekerjaan.
Bisa saja terlilit persoalan ekonomi.
Bisa saja berada di titik paling rendah dalam kehidupannya.
Tetapi ia tetap memiliki hak untuk bangkit dan menentukan langkah berikutnya.
Karena itu, di usia kemerdekaan Indonesia yang ke-81, barangkali kita perlu memperluas cara pandang terhadap arti kemerdekaan.
Merdeka bukan hanya tentang bebas dari penjajahan masa lalu.
Merdeka juga tentang bagaimana rakyat hari ini mampu terbebas dari kemiskinan, ketidakadilan, ketakutan, kebodohan, kesenjangan, dan ketidakpastian yang membuat kehidupan terasa semakin berat.
Dan jika semua itu belum sepenuhnya terwujud, maka perjuangan belum selesai.
Kita masih harus bertahan.
Bertahan dalam ekonomi yang tidak pasti.
Bertahan dalam persaingan yang semakin keras.
Bertahan menjaga keluarga.
Bertahan mempertahankan kejujuran.
Bertahan menjaga persatuan.
Bertahan menjaga lingkungan.
Dan yang paling penting, bertahan menjaga harapan.
Sebab terkadang, kemerdekaan yang paling nyata bukanlah ketika hidup menjadi mudah.
Melainkan ketika, di tengah hidup yang sulit, kita masih memiliki keberanian untuk terus melangkah.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Merdeka bukan sekadar bebas untuk hidup.
Merdeka adalah berjuang agar kehidupan tetap layak untuk dijalani.
Akram Polumulo, S.E., C.ILJ





