Suaragenerasikita.com/Bukan Sekadar Kursi Ketua, Tapi Menghidupkan Kembali Rumah Besar Pengusaha
GORONTALO, SGK (19/9/2026) – Bursa Ketua Umum KADIN Provinsi Gorontalo periode 2026–2031 mulai menghangat.
Nama Andi Ilham, SE kini menjadi salah satu figur yang mencuri perhatian. Panitia Musprov V KADIN Gorontalo telah menetapkan Andi Ilham dari Amura Pratama bersama Fauzan Fadel Muhammad sebagai dua bakal calon yang memenuhi persyaratan administrasi. Keduanya masih harus mengikuti tahapan selanjutnya hingga penetapan calon tetap.
Namun bagi Andi Ilham, pertarungan Musprov bukan sekadar soal siapa yang duduk di kursi Ketua KADIN.
Ada persoalan yang jauh lebih besar, KADIN Gorontalo harus kembali hidup.
Ia secara terbuka menyoroti kondisi KADIN yang sempat mengalami kevakuman hingga Musprov harus ditangani caretaker. Baginya, kondisi tersebut harus menjadi pelajaran bagi kepengurusan berikutnya.
KADIN BUKAN SEKADAR PAPAN NAMA
Andi Ilham menawarkan gagasan sederhana tetapi fundamental, KADIN harus kembali menjadi rumah besar pengusaha.
Bukan organisasi yang hanya sibuk dengan rapat dan seremoni.
Bukan pula organisasi yang hadir ketika ada kepentingan tertentu.
KADIN, menurut gagasan yang ia bawa, harus menjadi tempat bertemunya pengusaha besar, UMKM, pengusaha muda, asosiasi usaha dan pemerintah untuk menciptakan peluang ekonomi baru.
Salah satu gagasan konkretnya adalah membangun kantor KADIN permanen sebagai pusat aktivitas dan pelayanan dunia usaha di Gorontalo.
“Kalau diamanatkan, saya akan membangun kantor Kadin permanen,” kata Andi Ilham kepada media SGK (Sabtu,19/9/2026)
Bagi dia, kantor bukan sekadar bangunan. Kantor adalah simbol bahwa KADIN memiliki rumah, identitas dan pusat pelayanan bagi pengusaha.
MEMPERKUAT PENGUSAHA MUDA
Gagasan lainnya adalah memperkuat kolaborasi lintas generasi.
Pengusaha senior memiliki pengalaman dan jaringan. Pengusaha muda memiliki energi, kreativitas dan keberanian mengambil peluang.
Keduanya, menurut Andi, harus dipertemukan.
KADIN jangan sampai menjadi organisasi yang hanya dikenal oleh segelintir pengusaha. UMKM dan generasi pengusaha muda harus mendapatkan ruang.
Sebelumnya, Andi juga menekankan bahwa KADIN harus mampu membuka akses pasar, membangun jejaring bisnis dan bersinergi dengan pemerintah agar benar-benar menjadi motor ekonomi daerah.
VISI ANDI ILHAM, KADIN HARUS BERGERAK
Jika dirangkum dari gagasan yang disampaikan Andi Ilham, arah yang ia tawarkan dapat dibaca dalam beberapa agenda. Pertama, penguatan kelembagaan.
Mengakhiri kevakuman dan membangun organisasi yang memiliki sekretariat serta sistem pelayanan yang jelas.
Kedua, KADIN sebagai rumah besar pengusaha.
Membuka ruang yang lebih luas bagi pengusaha besar, UMKM, asosiasi dan pelaku usaha muda.
Ketiga, membuka akses bisnis.
KADIN harus membantu pengusaha mendapatkan informasi, jejaring, pasar, investasi dan peluang kerja sama.
Keempat, kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.
KADIN harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang berpihak pada pertumbuhan dunia usaha.
Kelima, mencetak pengusaha muda.
Pengusaha muda tidak hanya dijadikan anggota, tetapi dipersiapkan menjadi pelaku utama ekonomi Gorontalo ke depan.
PERTANYAANNYA SEKARANG, MAMPUKAH..?
Di sinilah Musprov KADIN Gorontalo menjadi penting.
Karena yang dipertarungkan bukan sekadar nama Andi Ilham atau Fauzan Fadel Muhammad.
Yang dipertarungkan adalah masa depan rumah besar dunia usaha Gorontalo.
KADIN membutuhkan kepengurusan yang tidak berhenti pada seremoni. Dunia usaha membutuhkan organisasi yang hadir ketika pengusaha menghadapi persoalan perizinan, akses pembiayaan, pasar, investasi, tenaga kerja hingga pengembangan UMKM.
Andi Ilham sendiri menyatakan siap dengan hasil apa pun dari Musprov.
“Saya siap menang, siap kalah.” tegasnya
Sikap itu akan diuji di forum Musprov.
Sebab setelah kursi Ketua didapat, siapa pun yang mendapat mandat, pertanyaan terbesar justru baru dimulai.
Apakah KADIN Gorontalo akan kembali tidur, atau benar-benar bangun dan bekerja untuk pengusaha?
arifz”KZ” (MSGKbirogorontalo)





