Suaragenerasikita.Com//GORONTALO, Senin (21/9/2026) — Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) menegaskan komitmennya untuk menjadikan lima tahun masa kepemimpinannya sebagai periode kerja nyata, bukan sekadar menjalankan rutinitas organisasi.
Andi Ilham menyampaikan, masa kepemimpinan lima tahun harus menjadi ruang pembuktian terhadap sejauh mana KADIN mampu hadir, bergerak, dan memberikan kontribusi konkret bagi dunia usaha serta perekonomian daerah.
“5 tahun kepemimpinan saya, KADIN tidak akan tidur!” tegas Andi Ilham saat ditemui MSGK di Gorontalo, Senin (21/9/2026).
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa KADIN ke depan tidak boleh berhenti pada agenda seremonial maupun sekadar menghasilkan wacana. Menurutnya, setiap program harus memiliki arah yang jelas, target yang terukur, indikator capaian, serta hasil yang dapat dirasakan oleh pelaku usaha.
Fokus tersebut, antara lain, diarahkan pada penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), perluasan akses pasar, peningkatan akses pembiayaan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta pembangunan kemitraan strategis antara dunia usaha, pemerintah dan sektor swasta.
Bagi Andi Ilham, keberhasilan kepemimpinan tidak semata-mata dapat dilihat dari berapa lama seseorang menduduki jabatan, tetapi dari seberapa banyak persoalan dunia usaha yang mampu dijawab dan seberapa besar perubahan yang berhasil diwujudkan.
“Lima tahun bukan waktu untuk sekadar menjalankan rutinitas. Lima tahun adalah tantangan,” tegasnya.
Ia menilai, periode lima tahun harus dapat dijadikan ukuran untuk mengevaluasi kinerja organisasi secara objektif. Berapa banyak program yang benar-benar terealisasi, berapa banyak pelaku usaha yang mengalami pertumbuhan, serta sejauh mana kontribusi KADIN terhadap penguatan ekonomi daerah menjadi bagian penting dari ukuran keberhasilan tersebut.
Karena itu, slogan “KADIN tidak akan tidur” bukan sekadar pernyataan politik organisasi, melainkan sebuah komitmen yang akan diuji oleh waktu dan hasil kerja.
Tantangannya kini adalah bagaimana komitmen tersebut diterjemahkan menjadi program konkret yang konsisten, terukur, dan berkelanjutan.
Sebab, pada akhirnya, lima tahun kepemimpinan tidak hanya akan meninggalkan catatan tentang siapa yang memimpin, tetapi juga tentang apa yang berhasil dikerjakan dan warisan apa yang ditinggalkan bagi dunia usaha di daerah.
Arif “KZ” — MSGK Biro Gorontalo





