Suaragenerasikita.com//JAKARTA, 30 September 2026 — Relawan GI-JOE (Gibran Joeara) bersama elemen masyarakat dari wilayah Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta hari ini menyampaikan permohonan resmi kepada Ketua beserta Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, meminta agar seluruh gugatan terkait keabsahan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang diajukan Denny Indrayana dkk ditolak sepenuhnya.
Berdasarkan surat permohonan bernomor 01/EXT/GI-JOE/IX/2026, Ketua Umum GI-JOE, Benny Parapet, didampingi Sekretaris Jenderal, James Moses, mengemukakan tiga alasan pokok yang menjadi dasar permohonan tersebut.
Pertama, para pemohon menilai gugatan secara hukum tidak memenuhi syarat kedudukan hukum (legal standing), objek yang dipermasalahkan bukan kewenangan Mahkamah Konstitusi, serta telah diajukan melampaui batas waktu yang ditetapkan peraturan perundang-undangan.
“Kami memandang permohonan ini secara prosedural maupun substansial tidak memiliki dasar yang kuat untuk dilanjutkan,” tegas Benny Parapet.
Kedua, pihaknya meminta Majelis Hakim menelaah lebih dalam latar belakang permohonan ini, yang dinilai sarat muatan politik dan bertujuan mendiskreditkan Wakil Presiden yang telah sah melalui proses demokrasi.
“Langkah ini terarah untuk melemahkan kewibawaan Wakil Presiden terpilih, padahal hasil Pemilu 2024 telah sah dan berkekuatan hukum tetap. Jangan biarkan ruang hukum dijadikan sarana kegaduhan politik,” ujar Benny Parapet.
Ketiga, para relawan dan masyarakat menekankan bahwa berlarut-larutnya persoalan ini akan merongrong kepercayaan publik terhadap lembaga negara, memicu perpecahan, serta mengganggu stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga tahun 2029.
“Kami menginginkan ketenangan, keadilan, dan pemerintahan yang fokus bekerja melayani rakyat. Sudah saatnya kita meletakkan kepentingan bangsa di atas segalanya,” tambah Sekretaris Jenderal GI-JOE, James Moses.
Permohonan ini diserahkan di Jakarta, 30 September 2026, sebagai wujud aspirasi masyarakat yang menginginkan kepastian hukum, kestabilan bangsa, dan kebersamaan membangun Indonesia menuju kemajuan bersama.
Tim media thofilus b benyamin





